MENILAI KINERJA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO

A.  Pendahuluan

            Pihak manajemen memerlukan analisis kinerja keuangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk meningkatkan kinerja pengelolaan. Analisis penilaian kinerja LKM fokus pada dua hal, yaitu: indikator keuangan dan jangkauan (outreach). Indikator keuangan mencakup kualitas portofolio, leverage, capital adequacy ratio, produktivitas, efisiensi, profitabilitas, dan kelayakan kuangan (financial viability). Indikator jangkauan mencakup capaian klien dan staf, pinjaman dan tabungan/deposito.

 

B.  Indikator Kinerja Lembaga Keuangan Mikro

            Indikator kinerja LKM diukur dari enam area, yaitu: 1) kualitas portfolio (portfolio quality), 2) produktivitas dan efisiensi (productivity and efficiency), 3) kelayakan keuangan (financial viability), 4) profitabilitas (profitability), 5) leverage dan kecukupan modal (leverage and capital adquacy), dan 6) skala, jangkauan dan pertumbuhan (scale, outreach and growth).  Keenam indikator tersebut dipilih karena bermanfaat baik bagi pengelola LKM maupun pihak eksternal.

1.      Kualitas Portfolio

Kualitas portfolio menyediakan informasi mengenai persentase aset yang tidak menghasilkan, dimana aset tersebut dapat menurunkan pendapatan dan posisi likuiditas sebuah LKM. Ada beberapa macam rasio yang digunakan untuk mengukur kualitas portfolio dan menyediakan informasi lainnya mengenai portfolio. Rasio-rasio tersebut terdiri tiga hal: tingkat pembayaran kembali (repayment rate), rasio kualitas portfolio (portfolio quality ratios), dan rasio kerugian pinjaman (loan loss ratios).

 

Tingkat Pembayaran Kembali (repayment rate)

Tingkat pembayaran kembali mengukur jumlah pembayaran yang diterima terkait dengan jumlah pinjaman, dimana rasio lainnya mengindikasikan kualitas posisi portfolio yang ada saat ini (outstanding portfolio).

Manfaat repayment rate:

§         Sebagai ukuran yang baik untuk memonitor kinerja pembayaran kembali pinjaman.

§         Memproyeksi arus kas yang akan datang.

Keterbatasan indikator repayment rate:

  • Tidak mengindikasikan fakta mengenai kualitas portfolio pinjaman.
  • Misleading jika potfolio LKM sedang tumbuh cepat dan jangka waktu pinjaman merupakan jangka panjang.

Ada beberapa jenis repayment rate yang digunakan.

 

Jumlah yang diterima (termasuk pra pembayaran dan

jumlah yang seharusnya diterima sebelumnya)

Repayment rate =              

Jumlah yang seharusnya diterima (kecuali jumlah

yang seharusnya diterima sebelumnya)

 

Kelemahan rumus tersebut adalah tidak memasukkan jumlah yang seharusnya diterima sebelumnya dalam denominator, sehingga nilainya kadang-kadang lebih dari 100 persen.

Kelemahan di atas direduksi dengan dua rumus berikut.

 

  Kumpulan jumlah seharusnya saat ini yang pembayaran sebelumnya kurang

Repayment rate =

                         Total jumlah yang seharusnya diterima saat ini

 

Atau

 

Kumpulan jumlah seharusnya saat ini yang pembayaran sebelumnya kurang

Repayment rate =

                        Total jumlah yang seharusnya diterima saat ini

 

 

 

Rasio Kualitas Portfolio (portfolio quality ratios)

Ada tiga rasio yang disarankan untuk mengukur kualitas portfolio: arrears rate (tingkat tunggakan), portfolio at risk (portfolio risiko), dan ratio of delinquent borrowers (rasio peminjam yang nunggak membayar).

  • Tingkat Tunggakan (arrears rate)

Tingkat tunggakan adalah rasio pokok pinjaman (atau pokok dan bunga) yang telah lewati jatuh tempo terhadap posisi portofolio pinjaman.

 

                           Jumlah tunggakan

Arrears rate =

Portfolio outstanding (termasuk jumlah seharusnya ada)

  • Portofolio Risiko (portofolio at risk)

Portofolio risiko mengacu pada posisi neraca semua pinjaman yang telah melewati jatuh tempo. Portofolio risiko merefleksikan risiko sesunggunya dari masalah penunggakan karena telah mempertimbangkan jumlah keseluruhan pinjaman yang berisiko.

posisi neraca pinjaman saat ini dengan pembayaran

           yang seharusnya telah dibayarkan

portofolio risiko =

total saldo posisi pinjaman dari portfolio saat ini (termasuk jumlah seharusnya)

 

  • Rasio Peminjam yang Nunggak Membayar

Rasio peminjam yang menunggak pembayarannya bermanfaat untuk menentukan jumlah peminjam yang menunggak reatif terhadap volume jumlah tunggakan. Apabila rasio peminjam yang menunggak lebih kecil dari portofolio risiko atau tingkat tunggakan, maka kemungkinan pinjaman yang lebih besar lebih bermasalah dari pada satu pinjaman yang lebih kecil.

jumlah peminjam yang lalai/menunggak

delinquent borrowers =

total jumlah peminjam yang aktif membayar

 

Jika portofolio pinjaman tumbuh cepat (karena meningkatnya jumlah peminjam, meningkatnya rata-rata jumlah pinjaman, atau keduanya), penggunaan tingkat tunggakan kurang menggambarkan risiko default (gagal bayar), karena posisi portofolio pinjaman (denominator) sedang tumbuh pada tingkat yang lebih cepat daripada jumlah yang seharusnya.

 

Rasio Kerugian Pinjaman (loan loss ratios)

Ada dua rasio yang dapat digunakan untuk menyediakan sebuah indikasi ekspektasi kerugian pinjaman dan kerugian pinjaman aktual sebuah LKM, yaitu: loan loss reserve ratio (rasio cadangan kerugian pinjaman) dan loan loss ratio (rasio kerugian pinjaman).

  • Rasio Cadangan Kerugian Pinjaman

Jumlah cadangan kerugian pinjaman ditentukan berdasarkan pada kualitas posisi portofolio pinjaman. Rasio cadangan kerugian pinjaman menunjukkan berapa persen portofolio pinjaman telah dicadangkan untuk kerugian pinjaman di masa mendatang. Rasio cadangan kerugian pinjaman bagi LKM yang sukses biasanya lebih besar dari 5 persen.

 

cadangan kerugian pinjaman untuk periode tertentu

loan loss reserve ratio =

    posisi portfolio saat ini untuk periode tertentu

 

  • Rasio Kerugian Pinjaman

Rasio kerugian pinjaman dihitung untuk menentukan tingkat kerugian pinjaman selama periode tertentu (biasanya satu tahun). Rasio kerugian pinjaman hanya merefleksikan jumlah yang dihapusbukukan (write off) pada periode tersebut. Rasio ini menyediakan sebuah indikasi volume kerugian pinjaman pada periode tersebut dibandingkan dengan rata-rata posisi portofolio pinjaman.

   jumlah peminjam yang lalai/menunggak

loan loss ratio =

total jumlah peminjam yang aktif membayar

 

 

2.      Produktivitas dan Efisiensi

Rasio Produktivitas

Terdapat beberapa rasio yang digunakan untuk mengukur produktivitas LKM, diantaranya adalah:

  • Jumlah peminjam yang aktif per bagian kredit.
  • Posisi pinjaman portofolio per bagian kredit.
  • Jumlah total yang dibayarkan pada periode tertentu per bagian kredit.

Bagi LKM yang menghimpun tabungan, rasio produktivitas juga dapat dihitung terhadap staf yang dilibatkan dalam penghimpunan dana tabungan. Selain rasio di atas, perlu ditambahkan rasio:

  • Jumlah penabung aktif per bagian tabungan.
  • Posisi deposito per bagian tabungan.
  • Jumlah total tabungan yang dihimpun dalam periode tertentu per bagian tabungan.

Untuk menghitung rasio produktivitas tersebut dibutuhkan laporan keuangan dan laporan portofolio.

 

 

 

 

Rasio Efisiensi

Rasio efisiensi mengukur biaya penyediaan layanan (pinjaman) yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan. Ada beberapa ukuran rasio efisiensi yang dapat digunakan.

  • Rasio Biaya Operasi (operating cost ratio)

Rasio biaya operasional menyediakan sebuah indikasi efisiensi operasional pinjaman. Rasio ini dipengaruhi oleh naik turunnya biaya operasional dibandingkan dengan rata-rata portofolio pinjaman.

            biaya-biaya operasi

rasio biaya operasi  =

rata-rata posisi pinjaman portofolio

 

Gaji dan Bonus terhadap Rata-rata Posisi Pinjaman Portofolio

               Gaji dan bonus

 =

rata-rata posisi pinjaman portofolio

 

Rata-Rata Gaji Bagian Kredit sebagai sebuah kelipatan GDP per kapita

        GDP per kapita

 =

rata-rata gaji bagian kredit

 

Biaya per unit uang yang dipinjamkan:

Biaya-biaya operasional untuk periode tertentu

 =

total jumlah yang dibayarkan dalam periode tertntu

 

Biaya per pinjaman:

Biaya-biaya operasional untuk periode tertentu

 =

total jumlah pinjaman yang dibuat dalam periode tertentu

 

 

3.      Kelayakan Keuangan (financial viability)

Kelayakan dan kelestarian merupakan dua konsep kunci yang saling berkaitan untuk mengukur kinerja LKM. Kelayakan keuangan mengacu pada kemampuan sebuah LKM untuk menutup biaya-biaya melalui pendapatan yang dihasilkannya. Kelayakan dengan demikian diukur dari kemandirian operasional. LKM tidak dapat menggantungkan dari donor untuk mensubsidi operasionalnya. Kelayakan keuangan dapat ditentukan melalui indikator kecukupan. Ada dua tingkatan kecukupan: kecukupan operasional dan kecukupan keuangan.

  • Financial Spread

 Pendapatan bunga dan fee – biaya-biaya pembiayaan

Financial Spread    =

                 rata-rata portofolio pinjaman

 

  • Spread (gross financial margin)

Pendapatan operasional – biaya-biaya pembiayaan

      Spread  =

                    rata-rata performing assets

 

  • Kecukupan Operasional

Ada dua ukuran kecukupan operasional.

                                          Pendapatan operasional

 =

biaya operasional + biaya pembiayaan + provisi untuk  kerugian pinjaman

 

                           pendapatan operasional

 =

biaya operasional + provisi untuk kerugian pinjaman

 

  • Kecukupan Keuangan

Kecukupan keuangan mengindikasikan apakah pendapatan yang diterima LKM mampu atau tidak mampu menutup biaya-biaya langsung maupun tidak langsung. Biaya langsung meliputi biaya pembiayaan, provisi bagi kerugian kredit dan biaya operasional. Biaya tidak langsung meliputi biaya modal yang disesuaikan.

Rumus untuk biaya modal yang disesuaikan adalah:

 

Biaya modal =     [(tingkat inflasi x (rata-rata ekuitas – rata-rata aset tetap)] +

[(rata-rata kewajiban pendanaan x tingkat utang pasar) – biaya pembiayaan aktual]

 

Kecukupan keuangan:

                                                       Pendapatan operasional

 =

      biaya operasional + biaya pembiayaan + provisi bagi kerugian pinjaman + biaya modal

 

            Kebalikan dari kemandirian keuangan adalah ketergantungan terhadap donor dan subsidi. Ketergantungan terhadap donor bisa dihitung dari perbandingan antara modal dari donor dengan modal total. Ketergantungan terhadap subsidi dapat diukur dengan Indeks Ketergantungan pada Subsidi.

Penghitungan Subsidy Dependence Index (Indeks Ketergantungan pada Subsidi)

      Total subsidi yang diterima dalam setahun (S)

      SDI   =

      Rata-rata pendapatan bunga setahun (LP*i)

 

      A(m-c) + [(E*m)-p] +K

 =

      (LP*i)

 

Dimana,

A         = Posisi dana-dana konsensional yang dipinjamkan LKM (rata-rata per tahun)

m         = tingkat bunga yang diasumsikan untuk membayar dana-dana yang

   dipinjamkan

               jika akses dana-dana konsensional yang dipinjamkan dihapus.

c          = bobot rata-rata tingkat bunga konsensional tahunan yang secara aktual

dibayarkan oleh LKM pada rata-rata posisi dana-dana konsensional yang  

dipinjamkan setahun

E          = rata-rata ekuitas setahun

P          = laba setahun yang dilaporkan (sebelum pajak dan telah disesuaikan)

K         = jumlah semua subsidi yang diterima setahun oleh LKM

LP       = rata-rata posisi pinjaman portofolio LKM setahun

i           = rata-rata bobot suku bunga pinjaman yang diterima pada portofolio pinjaman

 

4.      Profitabilitas

Rasio profitabilitas mengukur pendapatan bersih LKM dalam hubungannya dengan struktur neracanya. Rasio profitabilitas membantu investor dan manajer menentukan apakah mereka memperolehendapatan yang cukup terkait dengan dana yang diinvestasikan di LKM. Profit dinyatakan sebagai persentase return on assets (ROA), return on business (ROB) dan return on equity (ROE).

 

  • Rasio Return on Assets

Rasio ROA mengukur pendapatan bersih yang diterima dari aset-aset LKM.

      Pendapatan bersih

      ROA =

      Rata-rata aset

                                                                       Pendapatan bersih yang telah disesuaikan

      ROA (yang telah disesuaikan – adjusted)                  =

                                                                        Rata-rata aset yang telah disesuaikan

 

 

  • Rasio Return on Business

ROB menghitung kegiatannya baik penghimpunan tabungan maupun pinjaman dari operasionalnya. ROB dipengaruhi secara langsung oleh struktur modal LKM.

                                                                       Pendapatan bersih yang telah disesuaikan

      ROB (yang telah disesuaikan – adjusted)                  =

                                                                        Rata-rata basis bisnis

 

 

  • Rasio Return on Equity

Rasio ROE menyediakan pengelola dan investor tingkat hasil yang diperoleh dari modal yang telah diinvestasikan. ROE sangat tergantung pada struktur modal LKM.

                                                                       Pendapatan bersih yang telah disesuaikan

      ROE (yang telah disesuaikan – adjusted)                  =

                                                                        Rata-rata modal

 

 

5.      Leverage dan Kecukupan Kapital

Leverage mengacu pada tingkat dimana sebuah LKM meminjam uang relatif terhadap jumlah modalnya. Dengan kata lain, menjawab pertanyan berapa banyak tambahan rupiah dari sumber-sumber komersial untuk setiap rupiah yang dimiliki LKM.

Kecukupan kapital mengacu pada jumlah modal sebuah LKM relatif terhadap asetnya. Istilah kapital termasuk modal dari LKM dan porsi kewajibannya, termasuk utang.

  • Leverage

Ada dua sumber utama dana-dana pinjaman LKM, yaitu pinjaman bank dan simpanan klien. Modal yang cukup mendorong lenders dan depositors mempunyai kepercayaan tinggi terhadap LKM. Leverage LKM diukur dengan menghitung utang LKM dibandingkan modalnya. Rasio utang terhadap modal menyatakan berapa banyak utang LKM relatif terhadap modalnya.

 

                                                Utang

     Rasio utang terhadap modal  =

                                                Modal

 

  • Capital Adequacy

Capital adequacy biasanya diukur dengan menggunakan rasio capital to risk-weighted asset (rasio modal terhadap aset berisiko tertimbang).

                                                                       Kapital yang diinvestasikan + cadangan +

                 retained earnings

Rasio modal terhadap aset berisiko tertimbang  =

                                                                        Aset berisiko tertimbang

 

 

6.      Skala, Jangkauan dan Pertumbuhan

LKM memberikan tambahan dalam indikator kinerja keuangan mereka dengan membuat skala kegiatannya dan kedalaman jangkauan. Ada beberapa indikator jangkauan LKM, yaitu jangkauan klien dan staf, jangkauan pinjaman, dan jangkauan simpanan. Berikut indikator yang digunakan untuk mengukur ketiga jangkauan tersebut.

Jangkauan Klien dan Staf

Jangkauan Pinjaman

Jangkauan Simpanan

§   Jumlah klien atau anggota (% perempuan).

§   Persentase total target klien yang dilayani.

§   Jumlah perempuan sebagai persentase dari total peminjam.

§   Jumlah perempuan sebagai persentase dari total penabung.

§   Jumlah staf.

§   Jumlah cabang perkotaan atau unit.

§   Jumlah cabang perdesaan atau unit.

§   Rasio cabang desa terhadap kota atau unit.

§   Rasio volume tabungan terhadap volume posisi pinjaman.

§   Penggunaan mobile banking.

§   Jumlah peminjam yang saat ini aktif.

§   Total posisi pinjaman.

§   Rata-rata posisi portofolio pinjaman.

§   Rata-rata tingkat pertumbuhan posisi pinjaman riil tahunan.

§   Jumlah pinjaman.

§   Rata-rata jumlah pinjaman yang dikeluarkan.

§   Rata-rata pinjaman yang dikeluarkan sebagai persentase dari GDP per kapita.

§   Rata-rata jumlah posisi pinjaman.

§   Rata-rata posisi pinjaman sebagai persentase dari GDP per kapita.

§   Rata-rata jangka waktu pinjaman.

§   Tingkat bunga nominal

§   Tingkat bunga setahun efektif.

§   Nilai pinjaman per anggota staf ( per bagian kredit).

§   Jumlah pinjaman per anggota staf (per bagian kredit).

§   Total rekening simpanan sukarela.

§   Total rata-rata tabungan satu tahun sebagai persentase rata-rata posisi portofolio pinjaman satu tahun.

§   Jumlah klien simpanan sukarela saat ini.

§   Nilai rata-rata rekening simpanan.

§   Rata-rata deposito sebagai persentase dari GDP per kapita.

§   Nilai deposito per anggota staf.

§   Jumlah penabung per anggota staf.

§   Tingkat bunga deposito nominal.

 


C.  Indikator Kinerja dan Batasannya

            Secara umum pada setiap indikator kinerja terdapat standar kinerja yang dianggap memenuhi syarat bagi LKM yang sehat. Tabel di bawah ini menampilkan kriteria kinerja, indikator kinerja dan standar kinerja sebuah LKM.

 

Kriteria Kinerja

Indikator Kinerja

Standar Kinerja

Kecukupan Modal

§ Rasio kecukupan modal

§ Kecukupan cadangan kredit macet

Min. 20%

100%

Kualitas Portofolio

§ Portofolio berisiko (PAR)

§ Rasio kredit macet

Max 90%

Max 4%

Kemampuan Mendapatkan keuntungan

§ Pendapatan atas aset (disesuaikan dengan subsidi)

Min 2%

Efisiensi Biaya

§ Rasio kemandirian operasional

Min 120%

Kelestarian Keuangan

§ Rasio keswadayaan keuangan

§ Indeks ketergantungan pada subsidi

Min 100%

Max 0%

Produktivitas

§ Rata-rata jumlah transaksi per hari perjuru bayar

§ Jumlah nasabah aktif per petugas operasional

Tidak ada standar

Jangkauan

§ Jumlah unit pelayanan

§ Jumlah penabung atau rekening tabungan

§ Rata-rata posisi tabungan

§ Jumlah peminjam atau rekening pinjaman

§ Rata-rata nilai kredit

Tidak ada standar

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s