PERMASALAHAN KREDIT MACET PASCA GEMPA BUMI DI DIY DAN SOLUSINYA:

Posisi Perbankan di dalam Pasar Kredit

*       Pasar kredit terbentuk dari interaksi antara permintaan dan penawaran kredit. Permintaan kredit berasal dari rumah tangga, pelaku UMKM maupun lembaga keuangan. Penawaran kredit berasal dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Keseimbangan pasar kredit adalah keseimbangan antara permintaan kredit dan penawaran kredit. Namun demikian karena adanya ketidaksimetrisan informasi, maka pasar kredit menjadi tidak optimal. Perbankan menghadapi masalah kurangnya informasi mana calon nasabah yang baik, mana UMKM yang layak untuk diberikan kredit. Di sisi lain UMKM menghadapi masalah kemampuan mengakses kredit ke perbankan. Karena kondisi inilah yang menyebabkan transaksi kredit tidak berjalan optimal.

*       Kredit pada dasarnya merupakan hak setiap rumah tangga atau UMKM untuk mendapatkannya seperti hak-hak untuk mendapatkan kehidupan dan penghidupan yang layak lainnya. Berhubung kredit adalah hak bagi UMKM, maka menjadi kewajiban perbankan untuk menyalurkan kredit secara selektif kapada UMKM yang layak. Kriteria kelayakan sebenarnya sangatlah sederhana, yaitu adanya kemampuan membayar dari UMKM. Perbankan tidak dapat memberikan kredit kepada UMKM yang dinilai tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan kreditnya, karena sama saja perbankan akan membunuh UMKM tersebut secara pelan-pelan. Menjadi hak perbankan ketika menyalurkan kreditnya kepada UMKM untuk mendapatkan pengembalian kredit yang disalurkannya tersebut. Menjadi kewajiban UMKM untuk mengembalikan kredit tersebut kepada pihak perbankan yang menyalurkannya sesuai yang telah dijanjikan di dalam akad kredit. Keseimbangan pasar kredit dengan demikian dapat dipandang sebagai keseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing pihak. Ketika salah satu pihak tidak dapat memenuhi kewajibannya, maka akan muncul masalah. Pada saat perbankan tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk menyalurkan kredit dengan baik ke UMKM, maka perbankan tersebut dianggap tidak baik, tidak pro bagi UMKM, tidak mampu menjalankan fungsi intermediasinya. Kewajiban UMKM yang telah mendapatkan kredit dari perbankan adalah mengembalikan dengan baik sesuai akad kredit yang telah disepakati. Bagaimana apabila UMKM yang telah mendapatkan kredit tidak dapat memenuhi kewajibannya?

 

Penyebab Munculnya Kredit Bermasalah

*       Kredit bermasalah muncul ketika UMKM tidak dapat mengembalikan kreditnya sesuai dengan akad perjanjian yang terlah disepakati. Ada beberapa faktor yang biasanya menyebabkan UMKM tidak dapat mengembalikan kreditnya dengan lancar, yaitu: faktor yang berasal dari diri peminjam atau UMKM, kondisi bisnis atau lingkungan ekonomi makro, pinjaman dan force major seperti bencana alam, kerusuhan sosial-politik, dan lainnya.

*       Faktor peminjam. Kredit bermasalah dapat muncul karena masalah moral UMKM penerima kredit. Contoh masalah moral: UMKM penerima kredit tidak menggunakan kredit tersebut sesuai yang telah diperjanjikannya kepada perbankan. Pada saat pengajuan, kredit tersebut akan digunakan untuk menambah modal kerja usahanya supaya bisa meningkat omset dan keuntungannya. Namun pada pelaksanaannya sebagian kecil, besar atau bahkan semuanya, kredit tersebut digunakan untuk keperluan lain seperti membeli kendaraan atau barang konsumsi lainnya yang tidak terkait dengan bisnisnya. Akibatnya, usahanya tidak berkembang dan pada saatnya jatuh tempo pengembalian kredit tidak bisa membayar sesuai yang diperjanjikan.

*       Faktor kondisi bisnis. Kredit bermasalah muncul ketika UMKM penerima kredit bisnisnya sedang mengalami kelesuan, omsetnya turun, labanya turun, atau bahkan merugi, sehingga kesulitan untuk mengangsur kreditnya kepada perbankan. Lesunya kondisi bisnis UMKM dapat juga disebabkan lingkungan ekonomi makro terkait dengan kebijakan pemerintah, seperti kenaikan harga BBM, kenaikan upah buruh yang berakibat meningkatnya struktur biaya produksi UMKM dan berdampak pada menurunnya laba usaha. Turunnya laba usaha berdampak pada kemampuan membayar kreditnya. Siklus bisnis bisa berdampak pada kelancaran pembayaran kredit apabila UMKM tidak mampu mengantisipasinya. Boros ketika sedang booming, akhirnya tidak mampu membayar kredit ketika sedang resesi.

*       Faktor pinjaman. Faktor pinjaman dapat berupa naiknya suku bunga kredit. Dampak meningkatnya bunga kredit ini akan meningkatkan beban cicilan kredit UMKM, akibatnya dapat menimbulkan kredit bermasalah. Sebelum bunga kredit naik, UMKM mampu membayar cicilan kreditnya dengan lancar, namun begitu bunga kredit meningkat cukup tinggi, cicilan kredit UMKM menjadi tidak lancar.

*       Faktor force major. Force major dapat terjadi kapan saja, di mana saja, terhadap siapa saja. Contoh force major adalah peristiwa gempa bumi di DIY. Dampak dari gempa bumi ada yang bersifat langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kelancaran usaha UMKM dan kelancaran pembayaran kreditnya kepada perbankan. Pelaku UMKM yang terkena dampak langsung adalah mereka yang sarana produksinya hancur sehingga tidak dapat berproduksi atau berusaha sama sekali atau secara normal. Karena usaha mereka hancur maka berdampak pada pengembalian kredit mereka. Dampak tidak langsung: UMKM memiliki pasar di daerah bencana, karena pasarnya hancur maka dia kehilangan pelanggan, akibatnya usahanya menurun, kelancaran pembayaran kreditnya terganggu.

 

Solusi Kredit Bermasalah

*       Solusi terhadap kredit bermasalah tidak dapat diobati secara umum, namun harus diidentifikasi terlebih dahulu penyakitnya, apakah sumber penyakitnya adalah faktor peminjam, karakter bisnis, pinjaman, atau force major.

*       Solusi kredit bermasalah yang disebabkan faktor peminjam. Penyelesaian kredit masalah menjadi tidak mudah jika hal tersebut disebabkan oleh moral peminjam. Bank Indonesia oleh karenanya telah mengeluarkan peraturan mengenai prinsip mengenal nasabah. Perbankan harus mengenal nasabahnya dengan baik supaya tidak salah pilih yang berakibat pada kelancaran pembayaran kredit. Namun mengingat perbankan bukanlah Tuhan yang tahu isi hati seseorang dan perubahan watak seseorang yang dapat saja terjadi kapan saja, maka pendekatan penyelesaian kreditnya juga lebih bersifat personal dan bukan dalam wilayah bank teknis. Orang yang bukan korban bencana alam namun mengaku-aku bisnisnya terkena dampak bencana alam supaya diberikan keringanan pembayaran kedit merupakan masalah moral. Solusinya dengan pendekatan sosiologis dan keagamaan. Siapa yang dapat menyelesaikan masalah moral seseorang? Cukup banyak contoh di Indonesia ketika pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga miskin, banyak orang yang tidak miskin minta didaftar supaya termasuk miskin. Orang yang tidak menggunakan kompor minyak tanah minta didaftar supaya mendapatkan bantuan kompor dan tabung gas dari pemerintah.

*       Solusi kredit bermasalah yang disebabkan faktor kondisi bisnis.

Kredit bermasalah yang disebabkan adanya siklus bisnis sebenarnya dapat diantisipasi oleh UMKM. Pada saat booming, UMKM harus menabung untuk antisipasi risiko ketika resesi datang. Ketika resesi benar-benar datang dan kinerja UMKM menurun, maka UMKM telah cukup tabungan untuk berbagai keperluan termasuk membayar angsuran kreditnya. Manajemen risiko bisnis inilah yang kadang tidak diterapkan dengan baik oleh UMKM. Solusi kredit bermasalah yang disebabkan faktor bisnis dapat dicegah. Bagaimana jika sudah terlanjur terjadi, apa obatnya? Apabila sudah terlanjur terjadi maka UMKM dapat bernegosiasi dengan perbankan untuk penyelesaian kredit bermasalahnya. Ada beberapa solusi di antaranya penjadualan kembali pembayaran kreditnya, restrukturisasi, dan lainnya sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

*       Solusi kredit bermasalah yang disebabkan faktor pinjaman.

Berbagai pengalaman telah menunjukkan bahwa karena pengaruh lingkungan ekonomi makro, suku bunga pinjaman terpaksa dinaikkan sehingga memberatkan angsuran kredit UMKM. Solusi masalah ini termasuk bagian dari pengelolaan risiko kredit perusahaan dan perbankan. Perbankan dan UMKM harus sadar risiko kredit sehingga bisa mengantisipasinya sedini mungkin. Terhadap kredit macet yang disebabkan oleh melambungnya bunga kredit yang tidak dapat dihindari, UMKM dapat bernegosiasi ulang dengan perbankan untuk penyelesaian kredit bermasalahnya.

*       Solusi kredit bermasalah yang disebabkan faktor force major. Akibat gempa bumi yang melanda DIY, banyak UMKM yang terkena dampaknya baik langsung maupun tidak langsung terhadap kelangsungan usahanya dan kelancaran pembayaran kreditnya. Terhadap musibah ini Bank Indonesia telah menerbitkan PBI No. 8/10/PBI/2006 tanggal 7 Juni 2008. Bentuk dari penyelamatan kredit UMKM yang terkena dampak bencana alam dapar berupa: (1) penjadualan kembali (rescheduling), yaitu perubahan syarat kredit yang hanya menyangkut jadual pembayaran dan atau jangka waktunya; (2) persyaratan kembali (reconditioning), yaitu perubahan sebagian atau seluruh syarat-syarat kredit yang tidak terbatas pada perubahan jadual pembayaran, jangka waktu, dan atau persyaratan lainnya sepanjang tidak menyangkut perubahan maksimum saldo kredit; (3) penataan kembali (restructuring), yaitu perubahan syarat-syarat kredit yang menyangkut penambahan dana bank dan/atau; konversi seluruh atau sebagian tunggakan bunga menjadi pokok kredit baru, dan/atau; konversi seluruh atau sebagian dari kredit menjadi penyertaan dalam perusahaan, yang dapat disertai dengan penjadualan kembali dan/atau persyaratan kembali.

 

Penutup

          Perbankan dan UMKM adalah mitra yang saling membutuhkan. Permasalahan pembayaran angsuran kredit UMKM menjadi bagian masalah perbankan. Tidak ada perbankan yang menghendaki UMKM menghadapi kredit bermasalah, karena akan berdampak pada kinerja perbankan. Selalu ada ruang untuk bernegosiasi antara UMKM dan perbankan baik pada saat pengajuan kredit maupun penyelesaian kredit bermasalah. Negosiasi akan berjalan dengan baik, apabila kedua belah pihak bersikap terbuka, jujur dan amanah sehingga tidak ada yang saling dirugikan. Ketidakterbukaan, ketidakjujuran dan ketidak amanahan akan mencederai alah satu pihak atau kedua-duanya sehingga kerjasamanya menjadi tidak barokah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s